Mengecat Kuku

Kita melihat dalam masyarakat, para wanita-wanita itu mengecat kuku, dan anehnya mereka wudhu dan sholat dalam keadaan seperti itu. Padahal sholat mereka batal karena wudhunya tidak sah, sebab air tidak sampai ke dalam kuku.

Kaum laki-laki dan wanita yang membantah statemen ini, membandingkan dengan daun pacar. Padahal sebenernya daun pacar dan manicure (cat kuku) atau sejenisnya sangat berbeda. Daun pacar adalah pewarna, bukan cat. Dan bukan sebaliknya.

Perbedaan antara pewarna dan cat ialah, pewarna meresap dalam pori-pori kulit, sehingga pacar tidak mengelupas dari kuku, kecuali dengan memanjangkan kemudian menggunting bagiannya yang memanjang itu sedikit demi sedikit. Dan daun pacar tidak bisa hilang dari kulit, kecuali setelah beberapa waktu yang cukup lama, sehingga berganti dan atau gesekan. Adapun cat, merupakan lapisan tipis di atas permukaan kuku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: